• Bahan Renungan Kalbu

Dengan gaya bahasa yang enak dibaca, buku ini mengungkap fenomena tauhid sebagai suatu kebenaran hakiki yang akan mendorong pembacanya untuk senantiasa bertindak karena mengharapkan ridha Allah swt. semata, dan karenanya sangat layak dijadikan bahan renungan.

Manusia dalam hidupnya selalu merindukan kebahagiaan. Banyak orang yang menduga bahwa manusia tidak akan pernah mencapai kebahagiaan selama ia terikat pada suatu aturan hkum tertentu. Namum perjalanan waktu ternyata menjungkir-balikkan paham itu. Fakta sejarah menunjukkan, kebahagiaan yang hakiki ternyata bukanlah berasal dari pola hidup bebas seperti burung sebagaimana yang dipraktekkan oleh kaum hippies tempo dulu, melainkan justru diperoleh melaluin pola hidup yang konsisten mentaati suatu aturan tertentu. Aturan dimaksud, ada yang merupakan buah karya para manusia bijak di zaman yang lampau, ada pula yang diyakini dibuat langsung oleh Sang maha Pencipta Alam Semesta ini. Orang menyebut aturan-aturan ini dengan istilah; agama. Oleh karena itu, pada akekatnya agama adalah suatu pedoman hidup yang hakiki, baik di dunia maupun di kehidupan yang akan datang nanti. Tentunya setiap pedoman hidup atau agama tidaklah sama; makin canggih pedoman hidup, maka semakin pasti pula kebahagiaan yang didambakan itu menjadi kenyataan.

Sebagai langkah awal dalam mencari kebahagiaan, para pakar sependapat bahwa manusia harus menyadari terlebih dahulu tentang makna keberadaannay di dunia ini. Al-Qur\\\'an sebagai pedoman hidup yang diyakini berasal dari Tuhan Pencipta Langit dan Bumi, menjelaskan tentang konsepsi manusia dengan amat gamblang, yaitu sebagaimana yang disebutkan dalam surat An-Nisaa\\\' ayat 13 dan 14:

"Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam syurga. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya, dan baginya siksa yang menghinakan."

Manusia adalah makhluk yang diberi kebebasan penuh dalam bertindak, apakah ia mau taat pada aturan main yang dibuat oleh Penciptanya ( dan Rasul-Nya), atau ia mau membangkang. Bagi yang taat akan diberi kenikmatan syurga, dan bagi yang membangkang akan diberi ganjaran neraka. Disamping itu pengalaman membuktikan, orang yang taat melaksanakan aturan main ini, ternyata di kehidupan dunia ia memperoleh kebahagiaan. Dengan demikian, kebahagiaan yang hakiki itu hanya akan dapat dicapai bila orang mampu taat secara total melaksanakan aturan yang ditentukan Allah dan Rasul-Nya sebagaimana tertuang dalam Al-Qur\\\'an dan Al-Hadits. Hanya sayangnya dalam prakteknya ternyata untuk daat selalu taat pada aturan main ini tidak selalu mudah. Hal ini dikarenakan adanya dorongan hawa nafsu ataupun setan yang selalu menggoda. Dengan perkataan lain, bila manusia mampu mengendalikan nafsu yang ada pada dirinya dan menundukkan setan yang selalu menghimbau untuk membangkang, maka ia akan dapat selalu taat melaksanakan aturan main yang dibuat-Nya itu. Paradigma yang sampai saat ini masih dianut oleh sebagian besar orang adalah kita harus berjuang sekuat tenaga melawan kehendak nafsu. Setiap nafsu jelek ini muncul harus kita perangi. Dengan demikian hidup ini selalu disibukkan dengan peperangan mengalahkan nafsu. Ini tentu sangat melelahkan.

Buku "BAHAN RENUNGAN KALBU" menawarkan alternatif lain. Tidak ada lagi berjuang habis-habisan untuk melawan nafsu, tetapi berupaya sungguh-sungguh untuk mendapatkan keyakinan-keyakinan ilahiyah melalui perenungan demi perenungan. Hal ini dikarenakan bila kalbu memiliki banyak keyakinan-keyakinan ilahiyah maka otomatis nafsu / setan tidak akan berdaya. Jadi dengan demikia, keyakinan yang ada dalam kalbu itulah sebenarnya yang akan menentukan sikap seseoarang, apakah ia akan taat aturan main atau melanggarnya.

Pengalaman mengajarkan, "keyakinan" seperti layaknya anak tangga, tidak datar tetapi bertingkat. Seseorang tidak akan dapat mempunyai keyakinan yang ada di tingkat ketiga bila ia belum memliki keyakinan yang berada di anak tangga pertama dan kedua. Seperti halnya seorang siswa Sekolah Dasar tidak akan dapat memahami akar bilangan 625 adalah sama dengan 25, bila ia sebelumnya tidal mengerti mengenai penjumlahan dan perkalian dari suatu bilanga.
Buku "BAHAN RENUNGAN KALBU" ini merupakan penghantar merenung atau tafakur bagi  orang yang ingin memfungsikan akal dan kalbunya dalam upaya menggapai kebenaran yang hakiki.

Wallahu a'lam bishshawab.

INFORMASI BUKU

Judul Buku : BAHAN RENUNGAN KALBU
Penyaji : Ir.Permadi Alibasyah
Jumlah halaman : 545 halaman
Ukuran buku : 23,5 x 16,5 cm
Jenis kertas : edisi lux
Sampul : Hard-cover 
Berat : 1200 gram
Harga : Rp. 144.000 (belum termasuk ongkos kirim)


PEMESANAN

Buku dapat dipesan dengan mengirimkan email ke syamsul@wsyakinah.com atau dapat menghubungi kami di HP 0818-919-423


TESTIMONIAL

Dengan bahasa yang sederhana, buku ini insya Allah mampu menuntun pembacanya mencapai pencerahan jiwa sebagai bekal untuk menjadi insan yang bertakwa."Prof.Dr.Kusnaka Adivihardja, M.A.

"Buku ini sarat dengan hikmah yang sangat berguna dalam upaya mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat."Ir.Achmad Yunus (Civil Engineering)

"Dengan gaya bahasa yang enak dibaca, buku ini mengungkap fenomena tauhid sebagai suatu kebenaran hakiki yang akan mendorong pembacanya untuk senantiasa bertindak karena mengharapkan ridha Allah swt. semata, dan karenanya sangat layak dijadikan bahan renungan."Lukman Hakim K. SE.,MBA (Konsultan)

"Seluruh buku ini sangat diperlukan sebagai bekal menjalani kehidupan sehari-hari sebagaimana yang dikehendaki Allah dan Rasulullah saw."Dr. Novita Rianti

"Sebuah sajian manarik, yang insya Allah dapat menhantarkan kita mencapai ketenteraman jiwa secara islamai."Prof.Dr.dr.H.Dadang Hawari, Psikiater

"ini buku bagus banget... bener2 bawa kita merenungi apa arti hidup kita yang sesungguhnya, untuk apa kita hidup, gimana semestinya menghadapi hidup..(semuanya dengan kembali pada ALLAH) dll banyak lagi yang bermanfaat... Buku ini wajib kamu berikan pada orang2 yang kita sayangi..."AnG9Y rated it: 09/12/07

ALLAH MENUNTUN SAYA, MELALUI BUKU INI.SAYA MENIKMATI SAAT -SAAT TENANG KETIKA MEMBACANYA ... PELAN PELAN SAYA COBA PAHAMI SEMUA. LUAR BIASA..KINI SAYA MENJADI MUALAF..
ATIA RAHMAWATI 2008-09-29 20:45:35

Buku
Halaman 545 halaman
Dimensi 23,5 x 16,5 cm
Kertas Edisi lux
Sampul Hard-cover
Berat 1200 gram

Tulis ulasan

Note: HTML is not translated!
    Jelek           Bagus

Bahan Renungan Kalbu

  • Rp.142,000.00


Produk-produk terkait

Sentuhan Kalbu

Sentuhan Kalbu

Buku kecil ini sengaja didesain dalam format kultum, agar dapat dijadikan sebagai teman merenung dan..

Rp.72,000.00

CD Bahan Renungan Kalbu

CD Bahan Renungan Kalbu

CD ini merupakan kumpulan ceramah-ceramah Ir.Permadi Alibasyah yang dikemas dalam 12 CD format MP3..

Rp.322,000.00 Rp.350,000.00

Al-Qur'an Tematis

Al-Qur'an Tematis

Judul : Al-Qur'an TematisPenyaji : Akmalidin NoorJumlah : 10 jilid- Allah Swt & Kepercayaan Manu..

Rp.400,000.00

Tags: Buku, Agama, Renungan Kalbu